Surabaya, (DIORAMA) – Inflasi di Kota Pahlawan Surabaya Februari 2026 Tembus 5,11 %, Mengalami kenaikan sejak 2025

Inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kota Surabaya pada Februari 2026 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 5,11% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,19. Angka tersebut menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan Februari 2025 yang mencatat IHK 105,78.

Tren inflasi Surabaya terus meningkat sejak awal 2025. Pada Februari 2025 inflasi tercatat -0,07 %, kemudian perlahan naik hingga menembus 5,11 % pada Februari 2026. Kondisi ini akan membuat tekanan daya beli dan biaya hidup meningkat.

Kenaikan inflasi ini dipicu oleh :
Meningkatnya harga pada sembilan kelompok pengeluaran, sementara dua kelompok lainnya mengalami deflasi.

Kelompok dengan inflasi tertinggi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 20,57 %, terutama dipicu oleh kenaikan tarif listrik.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami inflasi tinggi sebesar 19,18 %, yang didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 4,69 %. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, dan rokok.

Kelompok pengeluaran lain yang juga mengalami inflasi, antara lain:

– Kesehatan: 2,45 persen
– Transportasi: 1,81 persen
– Pendidikan: 1,88 persen
– Penyediaan makanan dan minuman/ restoran: 1,51 persen
– Pakaian dan alas kaki: 0,69 persen
– Rekreasi, olahraga, dan budaya: 0,63 persen.

Sebaliknya, ada dua kelompok yang mengalami deflasi, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen. Penurunan ini dipengaruhi turunnya harga komoditas seperti telepon seluler, laptop, dan televisi.

Surabaya secara bulanan mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,99 %, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat 0,83 %.

Catatan BPS ada sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi Februari 2026, antara lain :
tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, angkutan udara, cabai rawit, mobil, bawang merah, telur ayam ras, & rokok kretek mesin.

Beberapa komoditas yang menahan inflasi atau memberikan andil deflasi antara lain :
bensin, bawang putih, cabai merah, ikan mujair, pisang, wortel, dan telepon seluler.

Inflasi di Kota Surabaya jika dibandingkan dengan wilayah lain, inflasi Surabaya tercatat lebih tinggi dari rata-rata provinsi maupun nasional.

Inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 4,88 %, sedangkan inflasi nasional mencapai 4,76 %.

Angka ini juga melampaui target inflasi Bank Indonesia yang berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Bahkan, tingkat inflasi nasional pada Februari 2026 disebut sebagai yang tertinggi sejak 2023. (lam/bie)

By Yans212