perkuat mutu

 

Kediri (DIORAMA) – Upaya peningkatan mutu akademik terus dilakukan Institut Agama Islam (IAI) Al Fatimah Bojonegoro. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan benchmarking tata kelola Program Studi (Prodi) Tadris IPA Fakultas Tarbiyah ke Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pengelolaan program studi, khususnya dalam aspek kurikulum, akreditasi, tata kelola prodi, serta pengelolaan sarana pendukung pembelajaran seperti laboratorium IPA dan microteaching.

Rektor IAI Al Fatimah Bojonegoro, Abdul Khamid, M.Pd, menegaskan bahwa benchmarking tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi.

“Benchmarking ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan standar Prodi Tadris IPA melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik pengelolaan prodi,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, IAI Al Fatimah Bojonegoro mengirimkan tim yang terdiri dari Wakil Rektor III M. Miftakhul Huda, Wakil Dekan Bidang Akademik Dwi Endah Elfiana, Kaprodi Tadris IPA Shobrina Nurul Mufida, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Fitria Asas, serta dosen Tadris IPA Iqbal Ainun Najib.

Tim melakukan diskusi intensif bersama jajaran FTIK UIN Syekh Wasil Kediri mengenai pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, strategi peningkatan akreditasi, serta sistem tata kelola prodi yang adaptif dan berkelanjutan. Selain itu, rombongan juga meninjau langsung fasilitas laboratorium IPA dan microteaching sebagai bagian penting dalam mendukung kompetensi lulusan calon pendidik.

Abdul Khamid berharap, hasil benchmarking ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan Prodi Tadris IPA IAI Al Fatimah Bojonegoro, mulai dari penyempurnaan kurikulum, penguatan sistem penjaminan mutu, hingga peningkatan daya saing akreditasi.

“Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kerja sama antarinstitusi, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Dukungan terhadap kerja sama ini juga disampaikan Ketua Senat Kampus IAI Al Fatimah Bojonegoro, Ansachul Balaya, ST., M.Pd. Menurutnya, kolaborasi antarkampus merupakan keniscayaan dalam mewujudkan standar perguruan tinggi yang berkualitas.

“Kerja sama lintas kampus, baik di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, hingga dunia usaha dan perbankan, merupakan bagian dari upaya membangun kampus yang adaptif dan berdaya saing,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aan tersebut.

Ia menambahkan, penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan mendorong terwujudnya kampus milenial yang aktif, kreatif, dan produktif.

“Dengan dukungan semua elemen, kampus tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Prodi Tadris IPA IAI Al Fatimah Bojonegoro optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola dan lulusan, sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi yang profesional dan berorientasi mutu.

By Yans212