Tuban diorama- Tumpahan material tanah merah di sepanjang Jalan Raya Semarang – Surabaya turut wilayah Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban santer menjadi sorotan.
Selain terlihat kotor, ceceran tanah merah tersebut juga dinilai sangat berpotensi membahayakan para pengguna jalan, terlebih saat hujan turun dapat dipastikan jalanan akan menjadi licin.
Diketahui, tanah merah yang berceceran itu merupakan tumpahan dari truk pengangkut material hasil tambang yang keluar masuk gudang (pabrik pengolahan).
Menurut Kadi (45), salah satu warga setempat, kondisi jalan memang sangat memprihatikan dan membahayakan terutama pengendara sepeda motor.
“Kalau terang gini berdebu, kalau hujan jadi licin mas. Setahu saya pihak pengusaha tidak pernah membersihkan limbah tersebut dan akhirnya membahayakan banyak orang,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (5/3/2025).
Selain itu, Kadi mengatakan jika pengusaha tersebut terkenal kuat dan juga diduga dibekingi oleh salah satu oknum wartawan Tiban berinisial DD.
Berdasarkan informasi, pabrik pengolahan tanah clay dan tanah merah di wilayah Gesing tersebut merupakan milik seorang pengusaha bernama H Maksum. Namun saat yang bersangkutan dikonfirmasi perihal diatas, pihaknya tidak menjawab.
Disisi lain, banyak pihak berharap agar pengusaha bertanggung jawab atas tumpahan material tanah merah yang berceceran di jalan tersebut. Setidaknya dengan melakukan pembersihan setiap selesai beraktivitas.
Reporter : Tim/Red
