Bojonegoro Diorama – Beberapa hari yang lalu Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah telah memanggil para pengusaha jagal sapi di wilah Kabupaten Bojonegoro dan memberikan himbauan secara tegas, bawa penyembelihan sapi harus dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah disediakan oleh Pemkab Bojonegoro.

 

Namun fenomena di lapangan sangat kontradiktif dengan himbauan tersebut, sebab para pengusaha jagal sapi di Bojonegoro masih saja bandel memotong hewan di rumah potong pribadi yang berlokasi di Desa Tulung Rejo, Kecamatan Trucuk Bojonegoro yang dipergoki wartawan pada kamis (28/08/2026) sekira pukul 00:30 WIB.

 

Malam itu di lokasi jagalan nampak seekor sapi yang terkulai lemas siap sembelih, secara visual pun jelas terlihat selang dengan air yang masih mengucur deras tergeletak disamping sapi tersebut, diduga kuat dalam proses penggelonggongan.

 

Sementara itu satu unit pick-up yang mengangkut beberapa ekor sapi nampak putar balik didepan rumah jagal lantaran kepergok beberapa wartawan yang sedang meliput kegiatan jagal di Tulungrejo dan sopir sempat marah kepada wartawan karena merasa diikuti.

 

“Kenapa kamu mengikuti saya, ini kan sapi-sapiku sendiri,” ucapnya membentak.

 

Hingga salah satu wartawan tersebut balik bertanya,

“Sapimu itu mau dibawa kemana to mas, tadi didepan jagalan Tulung kok putar balik, kalau mau disembelih ya ke RPH,” sergah wartawan menimpali.

 

Lantas sopir pick-up tersebut mengatakan, bahwa sapi-sapi yang nampak berjenis kelamin betina tersebut mau dibawa ke RPH.

 

Kendatipun demikian beberapa unit truck pick-up pun berdatangan di rumah jagal Tulungrejo membawa sapi-sapi mereka beberapa saat kemudian, sekira sampai jam 01:00 WIB dini hari.

 

Dikutip dari unggahan social media platform tiktok milik Nurul Azizah yang diupload seminggu lalu, Wakil Bupati tegaskan akan bertindak menertibkan pengusaha jagal yang masih memotong diluar RPH.

 

“Rumah Potong Hewan (RPH) telah dibuka dan menjadi tempat satu-satunya untuk pemotongan hewan, jika masih ada yang memotong diluat RPH, maka kami akan bertindak menertibkan bersama Satpol PP dan APH,” Ucap Wabup.

 

Namun nampaknya himbauan Wakil Bupati Bojonegoro terhadap para pengusaha jagal sapi tersebut hanya dianggap pepesan kosong yang sama sekali tidak digubris dengan aksi gorok sapi dirumah jagal pribadi Tulungrejo milik pengusaha berinisial AN, yang diduga kuat menjadi fasilitator bagi pengusaha jagal lainnya.

 

Isu yang merebak sebelumnya, beberapa pengusaha jagalan sapi memang gagal melobi pengusaha diluar kabupaten Bojonegoro, tepatnya pengusaha Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang menolak ketika tempat pemotongan sapi dirumahnya akan dijadikan lokasi pemotongan sapi dari beberapa pengusaha jagal dari Bojonegoro dengan insentif tertentu untuk setiap ekor sapi yang digorok. (red)

By Yans212