lapisan jalan tidak sesuai spek

BOJONEGORO (DIORAMA) – Proyek jalan beton rigid di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, kini berada di bawah “mikroskop” publik. Dengan guyuran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) senilai Rp. 2,315 miliar, proyek ini justru terindikasi mengalami degradasi mutu pada lapisan paling krusial: Fondasi Dasar.

Anatomi Dugaan ‘Penyunatan’ Spesifikasi

Berdasarkan investigasi lapangan per Sabtu (17/1/2026), warga menemukan kejanggalan pada lapisan pendukung (sub-base). Material pedel dan biskos yang seharusnya menjadi tulang punggung kekuatan jalan beton, diduga hanya dihamparkan setebal 5 cm—jauh dari standar ideal konstruksi jalan berat.

Lebih mengkhawatirkan, material fondasi tersebut dilaporkan tercampur dengan tanah uruk biasa. Secara teknis konstruksi, penggunaan material non-standar pada lapisan bawah beton adalah dosa besar. Tanah yang tidak homogen akan menyebabkan penurunan tanah (settlement), yang dalam hitungan bulan akan memaksa beton di atasnya mengalami retak permanen (cracking).

Paradoks IPP dan Realita Lapangan

Kasus Margomulyo ini menjadi tamparan keras bagi klaim keberhasilan pelayanan publik Bojonegoro. Bagaimana mungkin daerah dengan IPP Peringkat 6 Nasional memiliki sistem pengawasan desa yang begitu longgar?

Jika benar ada pemangkasan volume lapisan dasar, maka ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan indikasi kuat adanya Kecurangan Material yang mengarah pada kerugian keuangan negara. Dana BKKD yang seharusnya menjadi mesin penggerak ekonomi desa, justru berisiko menjadi “ladang basah” pengerjaan asal-asalan demi mengejar margin keuntungan.

Menagih Tanggung Jawab Kepala Desa dan TPK

Kepala Desa Margomulyo, Arief Rahman, S.E., sebagai pemegang otoritas wilayah, hingga kini masih belum memberikan keterangan. Sikap diam ini justru mempertebal kecurigaan publik: Apakah fungsi pengawasan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sengaja dimatikan, atau memang ada pembiaran kolektif?

Dari fenomena tersebut, warga berharap agar dilakukan:

  1. Sidak Independen: Dinas PMD dan Inspektorat harus segera turun melakukan Core Drill (uji petik ketebalan) sebelum seluruh lapisan ditutup beton permanen.
  2. Transparansi RAB: Buka Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke publik Margomulyo. Rakyat berhak tahu apakah 5 cm pedel itu sesuai kontrak atau hasil “kreativitas” pelaksana di lapangan.
  3. Audit Kinerja: Evaluasi keterlibatan pendamping desa. Mengapa proyek bernilai miliaran bisa luput dari pengawasan kualitas sejak dini?

Jangan Membangun Monumen Kerusakan

Uang Rp. 2,315 miliar adalah keringat rakyat. Membiarkan proyek ini berjalan dengan fondasi yang rapuh sama saja dengan merencanakan kerusakan jalan di masa depan.

“Membangun jalan dengan fondasi tanah, sama saja dengan mengubur uang rakyat di dalam debu. Kami tidak butuh aspal atau beton yang hanya terlihat bagus di hari peresmian, tapi hancur sebelum musim hujan berganti.”*Yans212

By Yans212